Header Ads

test

Geliat FoSSEI dan Pembumian Ekonomi Islam



Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin membawa visi dan misi besar bagi keutuhan hidup umat manusia. Semanjak turunnya wahyu Allah SWT pertama kali kepada Nabi Muhammad saw melalui perantara malaikat Jibril, sontak hal tersebut jadi penanda bahwa telah datang agama yang akan memberikan penyelamat bagi seluruh umat manusia, yaitu Islam. Meskipun, pada waktu itu Islam sangat sulit berkembang di mekkah dikarenakan banyak masyarakat mekkah yang tidak percaya dan menolaknya. Namun demikian, setelah Nabi saw hijah ke madinah untuk mendakwahkan Islam, Islam tumbuh dan berkembang secara signifikan.

Perjalanana Nabi saw dan para sahabat dalam medakwahkan Islam tentu tidak semudah kita membalikkan telapak tangan. Kesungguhan, komitmen dan nilai-nilai Islam yang senantiasa menghiasi setiap pergerakan mereka dalam berdakwah menjadi kekuatan nyata dalam mensukseskan dakwah ini. Hingga akhirnya Islam tidak hanya diterima oleh masyarakat madinah saja, namun masyarakat mekkah pun mulai menerimanya dan Islam mulai menyebar ke antero dunia seperti benua eropa dan asia. Sejarah pun mencatat bahwa sepertiga wilayah bumi pernah dikuasai oleh kerajaan-kerajaan Islam. kemudian, abad ke 13 M menjadi abad dimulainya kejayaan Islam hingga berakhir pada abad ke 18 M.   

Meskipun banyak kerajaan Islam yang runtuh pada abad ke 18 M dan menjadi penanda berakhirnya kejayaan Islam di bumi, hal tersebut tidak lantas menghilangkan semangat para umat Muslim untuk mendakwahkan ajaran Islam. Masih terdapat puing-puing semangat yang masih dipegang teguh oleh umat muslim untuk kembali membumikan Islam keseluruh dunia dan mengembalikan kejayaannya. Hal tersebut terlihat dari semangat para tokoh Islam modern saat ini seperti M. Umer Chapra dan M.A. Mannan yang terus memberikan sumbangsih bagi perkembangan Islam modern melalui pemikirannya. Selain itu, di Indonesia sendiri hadir sosok tokoh penggerak ekonomi Islam seperti M. Syafi’i Antonio yang membawa gagasannya untuk menggaungkan kembali sistem ekonomi Islam kepada masyarakat modern.

Berbicara mengenai ekonomi Islam akan menginatkan kita pada sosok ilmuan Muslim seperti Al-Ghazali, Ibn Khaldun dan Ibn Taimiyah, dan Abu Yusuf. Mereka sangat lekat di dalam pikiran kita karena sumbangsing pemikiran dan karya mereka dibidang ekonomi Islam. Mereka melakukan kajian mengenai praktik ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat pada waktu itu dengan berpendoman Al-Qur’an dan Sunnah. Melihat apa yang dilakukan oleh para ilmuan Muslim terdahulu dapat disimpulkan bahwa Islam sendiri telah mengatur kegiatan ekonomi sedemikian rupa sesuai ketentuan Allah SWT. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar tercipta kesejahteraan masyarakat secara merata dan sebagai refleksi dari bentuk ibadah kepad Allah SWT.

Sistem Ekonomi dalam Islam atau yang sering disebut ekonomi Islam menjadi bentuk yang unik dalam mengatur setiap kegiatan muamalah manusia. Ekonomi Islam sebagai sistem ekonomi yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan Sunnah, membuatnya syarat dengan nilai-nilai Islam di dalamnya. Oleh sebab itu, dalam setiap praktiknya tertanam nilai-nilai Islam yang harus melekat seperti, bebas dari riba, gharar, tadlis, dan segala perbuatan yang merugikan banyak masyarakat. Selain itu, Ekonomi Islam berprinsip bahwa tidak hanya sekedar untuk mengejar profit pribadi saja, tetapi juga mengajarkan kita untuk berbagi melalui infak, shadaqah, zakat dan wakaf sebagai bentuk kepedulian sosial.

Pergerakan FoSSEI
Keunikan ekonomi Islam inilah yang kemudian menjadi motivasi bagi segelintir mahasiswa Muslim untuk kembali menggaungkan ekonomi Islam ke masyarakat dunia. Berdirinya Forum Silahrutahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) pada tanggal 13 Mei 2000 yang dipelopori oleh para mahasiswa dari lima universitas berbeda (Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas padjadjaran, Universitas Negeri Semarang dan Universitas Gajah Madha) di Indonesia menghilangkan keniscayaan dibenak masyarakat bahwasannya dunia akan terpenjara selamanya oleh sistem ekonomi kapitalisme barat.    

FoSSEI sebagai organisasi mahasiswa membawa visi besar bagi perekonomian dunia yaitu ingin menjadi organisasi pergerakan mahasiswa dalam bidang ekonomi Islam yang unggul kompeten, professional, dan kontributif di dunia. Meskipun penggeraknya adalah para mahasiswa, hal ini tidak lantas menyurutkan semangat kader FoSSEI untuk terus bersumbangsih. Malahan, menjadi poin penting bahwa mahasiswa adalah agent of change bagi berubahan bagi dunia kearah yang lebih baik. Alhasil, lebih dari satu dekade pergerakannya, FoSSEI mulai didukung oleh berbagai pihak dan lembaga ekonomi seperti Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lain sebagainya. 

FoSSEI merupakan kumpulan dari Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) yang tersebar di berbagai pergutuan tinggi di Indonesia talah menunjukkan geliatnya dalam memberi sumbangsih bagi penyebaran ekonomi Islam di Indonesia. Hal tersebut terbukti bahwa telah berdiri 157 KSEI di seluruh Indonesia dan sekitar 7000 mahasiswa telah menjadi kader KSEI. Selain itu, tidak sedikit alumni tempaan dari KSEI juga menduduki slot-slot penting di dalam pemetintahan.  

Dukungan Kampus
Pergerakan KSEI dalam membumikan ekonomi Islam sampai pada titik saat ini tidak terlepas dari peran mahasiswa serta dorongan para alumni, pemangku kebijakan dan para stakeholder. Pergerakan yang sudah dibangun selama lebih dari 1 dekade ini harus terus mendapatkan support sebagai penguatan pergerakan KSEI kedepan. Kampus sebagai salah satu tempat bagi KSEI sebagai wadah untuk menciptakan generasi penggerak dalam membumikan ekonomi Islam memegang peranan sangat penting. Dukungan berupa keleluasaan dan pendanaan dari kampus tentu menjadi nilai penting bagi eksistesi pergerakan KSEI dilingkup kampus.

Kampus sebagai wadah untuk membentuk karakter generasi muda yang mampu berdaya bagi masyarakat memiliki tanggung jawab akademik yang besar. Sebab, kampus yang mampu menciptakan peradaban bukanlah kampus yang megah atas segala fasilitasnya. Namun, seberapa banyak kampus tersebut mampu menciptakan genersi-generasi muda yang memiliki intelektual tinggi tanpa mengesampingkan perannya untuk mengabdi kepada masyarakat. Nilai-nilai ini yang kemudian tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pergerakan KSEI notabenenya perlu didukung secara maksimal oleh kampus. Pembumian Ekonomi Islam merupakan misi suci yang menjadi tanggung jawab semua umat Muslim. Selain itu, perlu juga tertanam pada setiap diri seorang Muslim tentang pengetahuan Ekonomi Islam sebagai salah satu indikator untuk mendapatkan keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Hadirnya kampus berbasis Islam seperti STAIN, IAIN, UIN menjadi peluang besar bagi suksesnya pergerakan KSEI kedepan. Kampus dengan basic Islam harus mampu menekankan pergerakan KSEI secara masif kepada seluruh civitas kampus sehingga para civitas kampus dapat ikut andil dalam dakwah ekonomi Islam ini.

Sayangnya, ditemukan bahwa tidak sedikit pergerakan KSEI yang masih dibatasi oleh beberapa kampus. Sehingga memaksa beberapa KSEI berdiri mandiri di luar. Hal ini mengundang sinyal bahwa belum secara nyata dukungan kampus bagi pembumian ekonomi Islam dalam meretas problematikan umat manusia, terutama dalam bidang ekonomi. Selain itu, masih minimnya kesadaran terhadap pentingnya pergerakan mahasiswa melalui kelompok studi ekonomi islam dilingkup kampus juga menjadi faktor penyurut pergerakan KSEI. Disini penulis ingin menekankan bahwa pembumian ekonomi Islam merupakan salah satu tujuan baik dalam mengembalikan kejayaan Islam seperti yang pernah dibangun oleh Nabi saw. Setiap umat Muslim tentu memiliki tanggung jawab terhadap itu serta harus mengetahui apa itu ekonomi Islam dan tidak membatasi diri dengan pola pikir bahwa ekonomi Islam hanyalah milik mereka yang mendalamai ilmu ekonomi Islam saja. Ini adalah misi suci bagian dari dakwah yang harus tertanam dalam diri seorang Muslim, dimana ia harus ikut andil dalam memperjuangkan Islam sebagai agama yang bersumber langsung dari Allah SWT.      

Semangat pergerakan para kader KSEI perlu senantiasa dipupuk dan dikuatkan agar visi dan misi serta tujuannya dapat terealisasi. Pergerakan KSEI pun harus terus berkembang dan tidak hanya stagnan saja. Kedepan, kader KSEI harus mampu berinovasi serta bergeliat lebih dan tidak hanya pada tataran pembumian ekonomi Islam saja. Di era digital seperti saat ini, tentu pergerakan KSEI dapat berkontribusi dalam pengembangan lain. Pendidikan, teknologi, sosial budaya, lingkungan hidup dan melakukan perberdayaan dengan terus membersamai rakyat.

Sebagai penutup, penulis ingin menyuplik salah satu Firman Allah SWT dalam QS. Muhammad ayat 7, yang artinya; “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”.

Penulis : Mustika Edi Santosa (Pegiat KSEI Fiantropi IAIN Metro)