Header Ads

test

KSEI Filantropi Rayakan Ulang Tahun Kedelapan




Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Filantropi merayakan hari ulang tahunnya yang kedelapan tahun pada hari minggu, 24 September 2017. Perayaan hari ulang tahun KSEI Filantropi yang ke 8 tahun ini diselenggarakan melalui kegiatan Milad KSEI Filantropi. Tujuan dari kegiatan ini selain untuk merayakan hari ulang tahun KSEI Filantropi kedelapan yang jatuh pada tanggal 17 September 2017, namun juga sebagai momentum untuk mengingat kembali sejarah berdirinya KSEI Filantropi delapan tahun yang lalu.
Milad KSEI Filantropi pada tahun ini diselenggarakan di Taman Ki Hajar Dewantara Kota Metro. Dengan dihadiri oleh para kader, alumni dan DPK (Dewan Pembina KSEI Filantropi). Dimana, rangkaian acara pada kegiatan ini terdiri dari pemotongan tumpung secara simbolis oleh Mustika Edi Santosa selaku ketua umum KSEI Filantropi, makan bersama dan pemberian motivasi oleh alumni-alumni KSEI Filantropi. 
Dalam sambutannya, Dwi Nugroho selaku ketua umum KSEI Filantropi tahun 2016 menyampaikan bahwa, “Setiap tahunnya, dalam kepengurusan KSEI Filantropi selalu memiliki problems yang berbada-beda. Permasalahan dipengurusan saya dan dipengurusan tahun ini tentunya memiliki perbedaan. Oleh sebab itu, setiap kepengurusan KSEI Filantropi yang berjalan harus mampu mengoptimalkan pergerakannya dalam membumikan Ekonomi Islam. Selain itu, adanya permasalahan-permasalaha tersebut harus disikapi dengan baik dan jangan sampai mengendorkan pergerakan kita.”
“Harapannya kegiatan Milad KSEI Filantropi ini tidak hanya sebagai simbol perayaan ulang tahun KSEI Filantropi yang kedelapan saja. Namun, dengan adanya kegiatan ini diharapkan akan mengingatkan kepada kita tentang sejarah berdirinya KSEI Filantropi. Dimana, berdirinya KSEI Filantropi tidak lepas dari visi, misi dan tujuan dibentuknya KSEI Filantropi oleh para pendirinya waktu itu. Sehingga, mampu memberikan kita semangat untuk terus meningkatkan pergerakan KSEI Filantropi dalam rangka mendedikasikan dirinya mahasiswa dan masyarakat”, Ujar Mustika Edi Santosa.

Penulis: Muhammad Afandi