Header Ads

test

Dari Skill Jadi Duit?

Semua manusia jelas menginginkan kekayaan, banyak duit untuk sekedar pamer dan membeli apapun. Untuk jadi kaya seorang harus bekerja, harapan untuk diterima di dunia kerja tentunya tidaklah gampang.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kesempatan kerja sekarang sangat terbatas dan tidak sebanding linier dengan lulusan lembaga pendidikan, dari pendidikan menengah sampai perguruan tinggi. Menurut laporan  Badan  Pusat  Statistik (BPS) jumlah Penganguran di Indonesia pada Agustus 2015 sebanyak 7,56 juta orang. Tingkat pengangguran terbuka berdasarkan pendidikan didominasi oleh lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) 12,62%, disusul sekolah menengah atas (SMA) sebesar 10,32%, Diploma (D3) 7,54%, sarjana (S1) 6,40%, sekolah menengah pertama (SMP) 6,22%, dan sekolah dasar kebawah (SD) 2,74%.
Dari data di atas penulis melihat justru tingkat pengangguran lulusan sarjana lebih tinggi daripada lulusan Sekolah Dasar (SD). Kenapa? Pertama, banyak mahasiswa yang telah lulus menjadi sarjana tidak memiliki skill (kemampuan) atau keahlian bekerja. Mahasiswa yang semacam itu kemungkinan besar akan sulit mencari pekerjaan dikarenakan sumber daya manusianya lemah. Kedua, kemampuan akademik lulusan terdidik tidak sesuai dengan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.
Semua pihak haruslah berkontribusi dalam masalah tersebut, dengan terus berfikir, mewujudkan Skill dan karya nyata untuk mengatasi kesenjangan antara lapangan kerja dengan lulusan institusi pendidikan. Salah satu solusi merubah paradikma penganguran adalah pengoptimalan Skill untuk mengembangkan keterampilan menjadi usaha mandiri.
Bambang Mustari Sadino atau akrab dipanggil Bob Sadino adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Beliau adalah salah satu tokoh yang memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Soal Ilmu jalanan ala bob sadino: ilmu praktik itu sifat nya lebih dinamis, apa yang ada di teori maka belum tentu akan sama ketika diterapkan dalam praktek, dunia kerja dewasa ini lebih mengutamakan skill.
Skill adalah kemampuan untuk menggunakan akal, fikiran dan ide dan kreatifitas dalam mengerjakan, mengubah ataupun membuat sesuatu menjadi lebih bermakna sehingga menghasilkan sebuah nilai dari hasil pekerjaan tersebut. Skill berpengaruh terhadap kemampuan mental untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan. Skill mencakup kemampuan untuk mengetahui, memahami dan melihat suatu peluang yang saling berhubungan, dengan menganalisa dan menginterpresentasikan informasi menjadi sebuah nilai.
Islam memberikan perhatian mengenai Skill atau keterampilan. Penguasaan keterampilan yang serba material merupakan tuntutan yang harus dilakukan oleh setiap muslim dalam melaksanakan tugas kehidupan. Al-Qur’an dan hadits menganjurkan agar umat Islam menggali ilmu pengetahuan dan memperdalam Skill. Sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut :
Artinya : “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (Al-Qasas: 77)
Mengandalkan berpikir saja belumlah cukup untuk dapat mewujudkan suatu karya nyata. Karya hanya akan terwujud jika ada tindakan. Skill merupakan tindakan raga untuk melakukan suatu kerja. Setiap orang memiliki karakteristik Skill yang beranekaragam. Dengan mengenali Skill yang ada di dalam diri dan mengkolaborasikan ke dalam tindakan dinamis maka bisa membuat potensi yang ada dalam diri menjadi lebih baik, menjadi lebih maju dan pada akhirnya kita bisa menekuni hal yang memang sesuai dengan potensi dan sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas kita.
Uang memang bukan segalanya, tapi tanpa uang kamu bisa apa?
Sebelum kita membayangkan rasanya memiliki banyak uang, cobalah untuk menentukan prioritas dan tujuan yang akan kita capai. Potensi setiap orang tidaklah sama, akan tetapi setiap orang memiliki waktu sama, 24 jam dalam 1 hari, tidaklah kurang dan tidak lebih. Sementara Segelintir orang dapat memiliki uang dan keuntungan lebih banyak dari pada yang lain. Kenapa? cobalah fokus pada Skill tertentu yang mampu mendatangkan keuntungan dan karir lebih besar.
Cobalah untuk menyisihkan 30 menit diawal dan akhir hari untuk berlatih dan membaca sesuatu yang positif yang dapat memperluas pengetahuan dan Skill. Tujuannya untuk mempertajam keahlian yang dimiliki. Cobalah memperbaiki diri setiap hari, “keberhasilan itu tidak lebih dari beberapa hal sederhana yang dilakukan secara disiplin dan dipraktikan setiap hari.”(Jim Rohm).

Toni Fauzi (pegiat KSEI Filantropi)