Header Ads

test

Tokoh Hebat Dalam Islam


Sudah kita ketahui bersama, saat ini Islam telah menjadi agama yang besar dan diyakini banyak umat manusia. Kebesaran Islam, tidak secara instan terjadi dan tidak secara seketika pula dapat diyakini banyak umat. Besarnya Islam dan banyaknya pemeluk agama Islam merupakan buah dari sebuah perjuangan panjang yang telah dilalui oleh tokoh-tokoh muslim yang tangguh dan hebat.
Seperti halnya Negara Indonesia. Indonesia tidak akan pernah merdeka dari penjajahan kolonial tanpa adanya sebuah perjuangan panjang dari tokoh-tokoh nasional yang kuat dan hebat. Indonesia tidak akan pernah bisa bebas dari kekangan-kekangan bangsa asing tanpa perjuangan dan pengorbanan dari para pejuang dahulu. NKRI tidak secara instan terjadi, namun harus melewati perjuangan yang pahit. Begitu pula dengan besarnya Islam ini.
Coba kita perhatikan, Islam yang dulu hanya dipercayai oleh segelintir manusia dan hanya ada di kota mekah saja, kini bisa sampai tersebar luas keseluruh dunia termasuk ke Indonesia. tentu hal ini melibatkan banyak tokoh-tokoh hebat di dalamnya sampai kemudian Islam dapat berkembang sampai pada kehidupan kontemporer saat ini.
Penulis rasa, perlu kita ketahui sesosok manusia hebat yang cukup berperan besar dalam peegakkan agama Islam, untuk bertahan sampai sekarang ini. Disini penulis mengangkat dua tokoh hebat dalam Islam, yang semasa hidupnya sangat dekat dengan Rasulullah SAW. Juga kisahnya yang inspiratif, penuh dengan keindahan.
Tokoh yang pertama adalah Abdullah bin Abbas. Sebagaimana yang penulis ketahui tentang Abdullah bin Abbas dari sebuah literatur. Beliau adalah seorang yang bersifat dewasa, sifat kedewasaannya sudah nampak sejak waktu memasuki usia tamyiz (sekitar 6 sampai 7 tahun). Abdullah bin Abbas adalah anak dari Abbas bin Abdul Muthalib yang tidak lain adalah paman Rasulullah SAW. Sendiri. Abdullah bin Abbas, dalam dirinya terdapat kemuliaan. Kemuliaan tersebut yaitu sebagai sahabat Rasulullah SAW dan sebagai cedekiawan muslim.
Sebagai seorang cendekiawan muslim, beliau sangat cerdas, dan lebih banyak menggunakan kecerdasannya dalam melakukan hal-hal berani guna membela Islam. Sebagai cendekiawan muslim, Abdullah bin Abbas sangat alim terhadap Al-Qur’an juga sangat memahami makna-makna setiap ayat dalam Al-Qur’an.  Bukan hanya itu, beliau juga sangat menegerti tentang sebab-sebab dan tujuan suatu ayat itu diturunkan. Atas kecerdasannya itu, yang menjadikan beliau disebut sebagai cendekiawan muslim. Pada saat Abdullah bin Abbas baru lahir, sang ibu langsung membawa beliau kehadapan Rasulullah SAW. Pada saat itu Rasulullah SA memasukan air liurnya yang penuh keberkahan itu ke dalam kerongkongan Abdullah bin Abbas.
Abdullah bin Abbas tinggal bersama Rasulullah sejak memasuki usia tamyiz, mereka hidup sangat dekat, selayaknya adik kakak kandung. Apapun yang menjadi aktifitas Rasullullah setiap harinya, Abdullah bin  Abbas tentu sangat faham. Abdullah bin Abbas selalu membantu setiap kebutuhan yang diperlukan Rasulullah, misalnya selalu menyediakan air wudu ketika Rasulullah SAW hendak berwudu.
Abdullah bin Abbas selalu mengikuti kemanapun Rasulullah bepergian. Seperti halnya bayang-bayang yang selalu mengikuti kemanapun badan pergi. Beliau tidak hanya mengikuti perginya Rasulullah, namun juga mengikuti apapun yang Rasulullah SAW kerjakan. Walaupun pada waktu itu belum ada alat tulis sama sekali, namun Abdullah bin Abbas mampu menghafal ribuan hadits yang langsung ia terima dari Rasulullah SAW, itu buah hasil beliau yang selalu belajar dan mengikuti Rasulullah SAW.
Penulis rasa, ada beberapa hal yang istimewa dari pribadi Abdullah bin Abbas. Diantaranya, pada waktu beliau masih berusia remaja, yakni sekitar usia 13 tahun, beliau sudah menghafal sebanyak 1.660 hadits. Beliau juga sangat bersemangat dalam menuntut ilmu, setelah Rasulullah SAW. meninggal dunia, beliau tidak lantas berhenti mencari ilmu, walaupun pada waktu itu ilmu yang dimilikinya sangat banyak dan luas pengetahuannya.
Banyak ulama pada waktu itu yang mengagung-agungkannya karena ilmu yang dimilikinya, sampai-sampai khalifah Umar pun, ketika Ibnu Abbas hadir memenuhi undangannya, diberikannya tempat duduk yang lebih tinggi dibandingkan khalifah Umar sendiri. Namun hal itu tidak membuat Ibnu Abbas sombong dan angkuh. Beliau tetap rendah hati, bersifat menghargai ilmu dan menghormati setiap ulama-ulama yang ada, serta masih mau mencari ilmu dari para ulama walaupun harus penuh pengorbanan.
Pada masa kepemimpinan Ali bin Abu Thalib, saat itu sang khalifah Ali sedang dijauhi dan bisa dikatakan didiskriminasi oleh sebagian sahabat dengan alasan-alasan tertentu, maka berkat kepandaian dan kecerdasan Ibnu Abbas, semua masalah yang dihadapi khalifah Ali bin Abu Thalib akhirnya selesai. Para sahabat yang sebelumnya mengucilkan sang khalifah Ali, akhirnya berbalik kembali mendukung Ali. Ini bukti kecerdasan Ibnu Abbas sebagai cendekiawan muslim (tokoh hebat dalam Islam).
Selain Abdullah bin Abbas, ada tokoh lain yang cukup hebat dan berperan penting dalam agama Islam. beliau adalah Abdullah bin Mas’ud. Beliau adalah seorang yang miskin, berperawakan kecil dan kurus, sehari-hari bekerja sebagai pengembala kambing upahan.
Awal Pertemuan Dengan Rasulullah SAW.
Pada saat Ibnu Mas’ud sedang mengembalakan kambing-kambing tuannya, Rasulullah yang pada waktu itu bersama dengan Abu Bakar menghampirinya. Saat itu, Rasulullah SAW. meminta susu kambing untuk diminumnya. Namun, Ibnu Mas’ud tidak bisa memberikan air susu itu karena beliau hanyalah orang kepercayaan.
Akhirnya, Rasulullah pun meminta kambing betina yang mandul yang tidak mungkin ada air susunya. Dibawakannya kambing yang dimaksud. Berkat ijin Allah SWT, Rasulullah SAW. berhasil memeras susu dari kambing tersebut sampai mengeluarkan air susu. Melihat hal itu, Ibnu Mas’ud mulai berusaha mendekati Rasulullah SAW dan mulai banyak belajar darinya.
Tokoh Yang Pertama Kali Membaca Al-Qur’an Dengan Suara Merdu
Sejak dekat dengan Rasulullah SAW dan banyak belajar darinya, Abdullah bin Mas’ud sering memperhatikan Rasulullah SAW melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dari situ, Ibnu Mas’ud mulai menunjukan kebolehannya melantunkan ayat-ayat suci dengan suaranya yang merdu. Tekat dan keberaniannya sangat patut untuk dikagumi. Abdullah bin Mas’ud pernah membacakan ayat suci Al-Qur’an di hadapan pemuka-pemuka Quraisy, akibatnya beliau harus dipukuli oleh pemuka-pemuka qurays tersebut hingga tubuhnya babak belur. Namun itu tidak membuatnya jera, justru hal itu dirasakannya sesuatu yang mudah dan ringan baginya, serta beliau ingin mengulangi melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an di hadapan kaum Qurays dengan segala resikonya.
Abdullah bin Mas’ud selalu gigih melantunkan ayat-ayat suci demi tegaknya Islam. baik saat keadaan aman maupun perang, beliau tidak meninggalkan ayat-ayat Al-Qur’an. Beliau selalu melantunkan dengan penuh keyakinan dan keberanian. Terdapat hal penting bagi kita, yang dapat kita ambil dari dua tokoh muslim hebat ini.
Pertama Abdullah bin Abbas sebagai seorang yang bersikap dewasa, tenang, rendah hati, menghormati ulama dan kemauan belajarnya yang kuat sehingga ia menjadi cendekiawan dan menjadi sumber rujukan untuk menyelesaikan setiap permasalahan.
Kedua Abdullah bin Mas’ud, kita dapat mengambil pelajaran dari beliau yaitu mengenai sifatnya yang pemberani, teguh dan tangguh untuk terus memperjuangkan Islam, walaupun banyak resiko yang harus ditanggungnya.

Penulis : Wepo (Pegiat Jurai Siwo Corner)