Header Ads

test

Mandiri Dengan Entreprenuership


Semua orang pasti bercita-cita ingin menjadi orang sukses. Pertanyaannya yang mendasar, sukses jadi apa? Kebanyakan masyarakat atau setiap mahasiswa, setelah lulus kuliah ingin bekerja di perusahaan, perbankan atau lembaga pemerintah dengan iming-iming gaji dan pangkat yang tinggi. Kita sebagai generasi milenial harus merubah mindset dan paradigma tersebut, dengan berpikir kreatif untuk menjalankan usaha atau bisnis setelah lulus kuliah. Sudahkah kita mencoba membangun mindset entrepreneur dalam pikiran kita?
Entrepreneurship adalah sifat bisnis, termasuk kemampuan untuk melihat peluang dan menentukan keputusan kritis. Dalam bukunya “Be a Smart and Good Entrepreneur” Hendro dan Chandra W.W. karangan tahun 2006. Menjelaskan entrepreneurship sebagai suatu kemampuan untuk mengelola sesuatu yang ada dalam diri anda untuk dimanfaatkan dan ditingkatkan agar lebih optimal, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup anda di masa akan datang. Menurut KBBI, bahwa yang dimaksud dengan entrepreneurship merupakan sebagian orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menyusun cara baru dalam berproduksi, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru mengatur permodalan operasi serta memasarkannya.
Menurut Hisrich (2004, p9), entrepreneurship adalah proses membuat sesuatu yang baru dengan nilai dari konsumsi waktu dan daya yang diperlukan, memperkirakan keuangan, fisik, dan resiko sosial, dan mendapatkan penghargaan hasil dari moneter dan kepuasan personal dan kebebasan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa entrepreneurship adalah kemampuan untuk melihat, mengelola dan menentukan keputusan pada setiap peluang dan memanfaatkannya sehingga mampu meningkatkan taraf hidup dimasa depan.
Aktivitas entreprenuer dapat dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. Jadi, seorang entrepreneur memiliki kemampuan untuk berfikir kreatif serta imajinatif ketika ada sebuah peluang usaha dan bisnis baru.
Dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib RA.: Nabi SAW bersabda, “tidak ada makanan yang lebih baik dari seseorang kecuali makanan yang ia peroleh dari uang hasil keringatnya sendiri. Nabi Allah, Daud AS. makan dari hasil keringatnya sendiri.” (H.R. Al Bukhori).
Hadist di atas menjelaskan bahwa Allah SWT suka atau lebih mencintai hamba-hambanya yang mukmin untuk berkarya atau bekerja keras dari hasil keringatnya sendiri. Dalam enterprenuer, seseorang harus mempunyai jiwa untuk berkarya, dan biasanya mereka mempunyai karakteristik-karakteristik berwirausaha yang melekat pada dirinya dan menjalankan berdasarkan syariat Islam.
Dalam proses enterprenuer, kita hanya perlu memulai dan memulai. Dengan menganalisis potensi segala kegiatan ekonomi untuk menghasilkan laba. Memulai dari nol (bawah) sehingga kita akan dapat belajar berdasarkan pengalaman yang sudah kita lakukan. Seiring berjalannya waktu dengan kegiatan entreprenuer yang kita lakukan, secara tidak langsung akan muncul timbal-balik berupa inovasi dan kreativitas yang mentransformasikan suatu mimpi atau gagasan kita menjadi sebuah usaha yang menguntungkan yang dioperasikan dalam lingkup lingkungan bermasyarakat.
Saat ini, dengan adanya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), maka timbul pertanyaan yang mendasar yaitu apakah masyarakat Indonesia siap dalam menghadapi persaingan ekonomi yang semakin ketat? Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pemahaman dan dorongan kepada masyarakat untuk dapat melakukan kegiatan enterprenuer. Dengan meningkatkan keterampilan ber-enterprenuer, maka produktifitas SDM akan meningkat. Pada akhirnya akan mendorong perekonomian nasional dan peningkatan daya saing global.
Mahasiswa sebagai salah satu kaum intelek, merupakan tulang punggung reformasi akademik di masa depan. Bahwa mahasiswa merupakan kalangan yang dipandang perlu membekali diri dengan semangat dan jiwa enterprenuer. Mahasiswa ditantang untuk menciptakan lapangan kerja sendiri, tentunya dengan cara-cara dan ide yang inovatif-kreatif. Pembekalan jiwa enterprenuer ini perlu dipersiapkan sejak dini. Apalagi semangat berwirausaha merupakan salah satu kontribusi yang nyata untuk perkembangan bangsa−tentunya dalam bidang ekonomi.
Itulah mindset yang harus ditanamkan sejak dini oleh dan kepada mahasiswa. Entrepreneur bukan berarti tidak bisa membagi waktu antara usaha dan kuliah. Hanya perlu pernyesuaian dan terbiasa untuk menjalankan keduanya. Jadi, kuliah dengan usaha yang kita jalankan sesungguhnya bisa saling bersinergi antara keduanya dan menguntungkan pastinya.

Toni Fauzi (Pegiat UKM KSEI Filantropi)