Header Ads

test

Demonstrasi Alternatif untuk Memperjuangkan Hak

Demonstrasi adalah suatu gerakan massal yang bersifat langsung dan terbuka, yang dilakukan secara lisan, tulisan, dan tindakan dalam memperjuangkan kepentingan/tuntutan. Berbicara mengenai demonstrasi, yang paling utama terlintas dalam fikiran adalah mahasiswa perguruan tinggi. Mengapa demikian? Karena banyak demonstran-demonstran adalah  seorang mahasiswa atau banyak aksi demo yang melibatkan mahasiswa.
Pada dasarnya, mahasiswa adalah warga kampus yang harus memiliki sikap idealis dan independen, juga merupakan insan penentu yang membawa perubahan-perubahan demi kemajuan masa depan bangsa. Demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa harus berupa gerakan yang mengacu keranah perubahan demi kemajuan bangsa serta menuntut keadilan bagi masyarakat, baik masyarakat dalam kampus (warga kampus) maupun seluruh masyarakat dalam negara tersebut.
Menurut Alan R.Ball (1993), “Kumpulan pendesak (kumpulan demonstran) merupakan agregat sosial dengan tahapan yang padu serta berkolaborasi untuk tujuan yang sama hingga pada akhirnya dapat mempengaruhi proses pembuatan keputusan politik.” Telah jelas bahwasannya para demonstran mempunyai tujuan yang sama untuk mempengaruhi keputusan hukum agar keputusan yang ditetapkan sesuai dengan kebutuhan rakyat. Menurut golongan Marxis, “Kumpulan pendesak harus ada dalam suatu negara karena negara tidak bersikap netral melainkan terdapat ketidakseimbangan yang besar antara kumpulan penguasa politik dengan rakyat biasa.”
Demonstrasi sebenarnya baik jika didasari oleh pengajuan keputusan yang baik dan dilakukan dengan cara yang baik pula. Kasus demonstrasi yang biasanya terjadi merupakan klarifikasi terhadap kebijakan yang dirasa memberatkan pihak masyarakat atau warga. Dalam memperjuangkan hak dan rasa kemanusiaan, demonstrasi ini dirasa sangat penting. Karena jika tidak diadakan demonstrasi, pejabat-pejabat akan secara leluasa menindas rakyat. Begitu pula demi kemajuan bangsa dan negara, Pemimpin negara dan masyarakatnya juga harus kompak dan saling menyepakati kebijakan tanpa adanya tindakan merugikan salah satu pihak.
Telah disinggung bahwasannya demonstrasi itu penting untuk memperjuangkan hak dan rasa kemanusiaan rakyat. Namun, pada kenyataannya demonstrasi sering disalah artikan. Demonstrasi acap kali di lakukan dengan kekerasan dan tidak manusiawi. Bahkan jika terjadi aksi demo, pihak pejabat kerap meminta bantuan pihak kepolisian untuk mengamankan keadaan agar tidak terjadinya kisruh antar peserta demo. Mengapa demikian? Padahal demonstrasi sebagai alternatif diskusi untuk penyelesaian masalah antara pemerintah dengan perwakilan masyarakat yang merasa dirugikan atau tidak setuju dengan kebijakan-kebijakan yang diberikan.
Tidak ada yang bisa dipersalahkan dalam hal demonstrasi, karena pada dasarnya pejabat memberikan kebijakannya demi untuk kemajuan negara, namun mereka tidak mengetahui dengan kebijakannya tersebut banyak rakyat yang menjadi korban. Kemudian, rakyat yang berdemo pada dasarnya mereka demo untuk memperjuangkan hak-nya, hanya saja mereka belum melaksanakan demo sebagai alternative diskusi, sehingga kerap terjadi tindakan kekerasan disebabkan amarah yang memuncak.
Seperti kasus demonstrasi di Rembang yang tak kunjung ada habisnya. Mereka para warga berdemo mempertahankan hak kepemilikan tanah dan hak bersuara mengungkapkan aspirasi untuk tetap mempertahankan lahan persawahan sebagai lumbung pangan mereka agar tidak dijadikan  perusahaan semen. Menurut mereka sawah lebih penting daripada pembangunan pabrik semen, bahkan dampak yang ditimbulkan akibat pembangunan pabrik semen ini akan sangat besar. Mereka sampai rela mengecor kaki mereka, sebagai aksi penolakan pembangunan pabrik semen ini. Demonstrasi disini seharusnya dapat menjadi sarana sebagai jalur berdiskusi untuk mengklarifikasi dan menemukan jalan keluar yang dapat diterima oleh para pihak.
Siapa yang patut dipersalahkan dalam hal ini? Kita tidak dapat menyalahkan satu pihak dalam kasus ini. Hal ini adalah sebuah kasus dimana kita harus saling instropeksi. Pejabat di angkat bukan untuk menindas, begitu pula rakyat harus pintar dalam menerima atau menolak kebijakan yang diberikan.
Menurut saya, demonstrasi itu tidak ada salahnya jika kedua belah pihak mau menenangkan fikiran, berfikir jernih, dan kemudian duduk bersama dalam mencari jalan keluar untuk menyelesaikan persoalan. Hal tersebut dirasa lebih efektif dibandingkan dengan aksi-aksi besar yang kerap menimbulkan kekerasan dan kerusakan bahkan hal tersebut akan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

Lina Ardianti (Pegiat KSEI Filantropi)