Header Ads

test

Pembangunan keabadian negara dan Islam


Kita tahu pendapatan negarn saat ini berfokus kepada pendapat dalam negeri dan juga luar negeri. Pendapatan dalam negeri kita tahu yaitu bersumber dari pajak dan juga non pajak. Pajak dewasa ini menjadi penopang utama pendapatan negara, penekanan tarif pajak menjadi keistiwaan negara ini. Meskipun kita ingat bumi ini adalah milik manusia dengan kebajikannya. Di samping itu selain hidup dalam norma-norma agama kita perlu ingat bahwa kita berada di dalam negara kesatuan, negara dengan sistem pemerintahan presidensial.
Akibat dari pemerintahan negara presidensial adalah banyak kebijakan yang berasal dari kepentingan negara. Dengan diberlakukannya pajak di negara ini diasumsikan bahwa pendapatan pajak akan digunakan untuk melakukan pembangunan negara. Dengan melakukan penghimpunan dana dari kaum non sistematik juga terlebih pada kaum sistematik. Dana-dana terbarukan akan didapatkan dalam jumlah yang sangat besar, nantinya akan dapat mengangkat moral dan derajat bangsa dengan berbagai pembangunannya. Berbagai kebijakan yang diambil merupakan sebuah konsekuensi negara, karena pendorong-pendorong dari kemajuan negara haruslah dimunculkan, dan salah satu hal yang perlu dilakukan adalah mengeluarkan kebijakan penaikan tarif pajak, yang ditujukan kepada  kaum sistemik, orang-orang yang berada pada jajaran menenagah ke atas.
Secara kondisional, warga negara yang mempunyai kendaran bermotor roda dua maupun roda empat harunya tidak akan merasa keberatan dengan hal tersebut. Dengan melakukan pembelian akan kedaraan maka ia tergolong orang yang mampu akan ekonomi. Tidaklah sebuah kemunafikan yang timbul, karena secara kemampuan orang-orang yang mampu membeli kendaraan maka ia juga mampu membayar sebuah perijinannya.
Dilain hal untuk kegiatan pembangunan, penekanan tarif pajak terdapat misi terkhusus, terlebih dalam negeri ini sudah banyak kendaraan yang membanjiri jalanan. Sudah tidak dikatakan layak sebagai kota maupun negara sehat, selain untuk daerah tertinggal dengan kesuksesan teknologi dan berdasar pada kearifan lokalnya. Penekanan tarif pajak akan membawa orang jera untuk melakukan penambahan kepemilikan barang bergerak dengan konsumsi bahan bakar. Ketika orang-orang dapat berganti kepada kendaraan masal yang coba diterbitkan dan dideklarasikan pemerintah bukan tidak mungkin negara ini akan menjadi negara modern dengan modernisasi pelayanan masalnya. Akan tidak ada kemacetan, akan ada kebahagiaan, akan bertambahnya toleransi, akan tersamakannya derajat antara si miskin dan si kaya, akan tersistemnya waktu kerja dan akan lebih banyak lagi yang dapat dilakukan oleh pemerintah.
Namun disisi lain ketika semua orang mampu merubah kebiasaannya yaitu mampu berganti dari kendaraan pribadi kepada kendaraan masal maka pendapatan negara akan berubah kepada pendapatan akan pelayanan masal, tidak lagi kepada pendapatan pajak akan kendaraan. Karena akan lebih sedikit warga negara yang menggunakan kendaraan pribadi. Semua kebijakan yang diterbitkan berdasarkan kepada sebuah hal yang positif, tidak untuk melakukan penyiksaan di dalam negara ini.
Dalam Islam pada dasarnya tidak terdapat pajak yang diambil dari orang-orang muslim, melainkan ditarik kepada orang-orang non muslim sebagai konsekuensi hidup di dalam negara Islam, namun perlu diingat negara ini bukan negara Islam meskipun mayoritas penduduknya adalah Islam. Dengan kemodernisasian mengakibatkan sebuah nilai yang didapatkan harus diberikannya nilai tambah atas barang yang dimiliki. ketika dulu dengan ketradisionalannya maka tidak ada tarif pajak yang dapat diambil melainkan zakat yang harus dikeluarkan atas barang yang dimiliki.
Dewasa ini berbeda. Tidak ada sebuah hal yang terlewatkan dari pandangan kebijakan negara, terlebih sektor pajak. Pajak tidak akan bisa lepas dari sebuah kebijakan pemerintah karena di sanalah letak nilai yang dapat digunakan dalam melakukan pengembangan dan pembangunan negara, meskipun di dalamnya terdapat zakat yang dapat diambil dari orang-orang Islam. Namun, sifat zakat adalah diperuntukkan untuk orang-orang muslim yang membutuhkan akan nilai yang di dapatkan dari zakat.
Zakat akan membawa kesejahteraan untuk umat muslim ketika dapat dimaksimalkan dalam pengelolaan dan penghimpunannya. Potensi dari zakat yang sangat besar akan membawa kepada kemaslahatan umat ketika zakat dapat di keluarkan dan dikelola oleh lembaga terkait. Ketika zakat dapat dimaksimalkan maka hal tersebut akan menjadi sebuah jawaban dari nilai pembangunan negara. Karena dengan zakat yang terkelola dengan baik maka akan lebih baik lagi negara ini dalam melakukan pembangunan, yang tidak terfokus kepada pajak.


Dwi Nugroho (Anggota UKM KSEI Filantropi STAIN Jurai Siwo Metro)