Header Ads

test

Karakter dan Pendidikan


Berbicara mengenai karakter, tentunya tidak terlepas dari proses pembelajaran yang sangat panjang karena karakter tidak semata-mata terbentuk dari lahir, melainkan melalui tata kelola pola kehidupan yang dijalankan oleh setiap individu. Karakter sangat sarat akan pendidikan dan pembelajaran yang didapatkan di tempat tinggal suatu individu, baik di sekolah, di rumah, dan lingkungan sekitar pun juga dapat mempengaruhi terbentuknya karakter.
Menurut Doni Kusuma, “karakter merupakan ciri, gaya, sifat, ataupun karakteristik diri seseorang yang berasal dari bentukan ataupun tempaan yang didapatkan dari lingkungan sekitarnya.” Karakter seseorang dapat menunjukkan sifat, sikap dan kepribadian dari orang tersebut. Tingkah laku juga dapat menggambarkan karakter seperti yang dikatakan oleh Alwisol, “karakter merupakan penggambaran tingkah laku yang dilaksanakan dengan menonjolkan nilai (benar-salah, dan baik-buruk) secara implisit maupun eksplisit.”
Pembentukan karakter bisa didapatkan melalui sarana pendidikan. Tak hanya pendidikan formal saja, melainkan pendidikan informal juga turut berperan aktiv dalam mewujudkan pembentukan karakter-karakter hebat yang dibutuhkan oleh negara. Karakter begitu sangat penting dan dibutuhkan dimanapun. Mengapa demikian? Misalkan, dalam suatu negara, dimana kualitas suatu negara atau kemajuan suatu negara dapat dilihat melalui karakter pemuda-pemuda yang ada di dalam negara tersebut. Karakter yang kokoh, kuat, pantang menyerah, intuisi, kreatif, komitmen, dan sederet karakter lainnya yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh setiap individu juga akan mempengaruhi kesuksesan dan kemajuan, tak hanya dalam kehidupan pribadi melainkan juga untuk kesuksesan dan kemajuan Negara yang kita cintai ini.
Setelah mengetahui pentingnya karakter ini, negara bahkan dunia mengharuskan tingkat pendidikan dan civitas akademisi untuk lebih giat lagi dalam membangun karakter pemuda bangsa. Namun pada kenyataannya, semakin  hari dalam satu tahun karakter-karakter pemuda sebagai penerus suatu bangsa justru tidak menunjukkan pengembangngan, sebaliknya karakter pemuda dapat dinilai menurun. Hal ini dikarenakan sarana pendidikan dan pembelajaran semakin hari semakin mengajarkan dan mendidik para pemuda berkarakter penakut, individualis, pesimis, tidak memiliki kreativitas, dan sederet karakter buruk lainnya yang membuat suatu individu semakin terpuruk. Sifat individu yang gengsi, glamour, dan sukanya foya-foya juga menyebabkan semakin terpuruknya karakter bangsa ini juga semakin menunjukkan betapa rendahnya kualitas pendidikan di negara ini.
Bukan salah sekolah maupun lembaga pendidikannya. Namun, letak kesalahannya da di dalam diri kita semua yang tidak dapat memilah mana yang dapat membawa ketentraman dan mana yang hanya akan membawa kita dalam kesengsaraan. Pendidikan seharusnya erat dengan diskusi, belajar kelompok, memecahkan masalah bersama, public speaking, dan lain sebagainya yang fungsinya untuk memecahkan pikiran dengan bertukar ide atau gagasan dari setiap kelompok diskusi, latihan berbicara didepan umum, mengasah kemampuan, serta menyikapi suatu masalah dengan pemikiran yang tepat. Menurut Thedore Brameld istilah pendidikan mengandung fungsi yang sangat luas dari pemelihara dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat, terutama membawa warga masyarakat yang baru mengenal tanggung jawab bersama di dalam masyarakat.
Pendidikan dimanapun tempatnya sungguh baik, karena sejatinya lembaga pendidikan selalu mengajarkan mengenai kebaikan tinggal bagaimana kita menyikapi dan mengambil andil dalam pendidikan tersebut yang nantinya akan menjadi pelopor pembentuk karakter dikehidupan kita. Mulai dari sekarang dan dimulai dari diri kita, ambil suatu  pokok dari pembelajaran atau pendidikan yang nantinya akan membawa kesejahteraan dan membangun karakter hebat dalam diri kita. Baik untuk kemajuan suatu bangsa dan negara oleh pemuda berkarakter maupun pencapaian kesuksesan diri melalui karakter yang kita miliki saat ini.

Lina Ardianti (Mahasiswa IAIN Metro dan anggota UKM KSEI Filantropi)