Header Ads

test

Kapitalisme Perdagangan


Sejak dulu Negara kita tidak  pernah lepas dari sebuah aktivitas perdagangan, bahkan bangsa ini merupakan  penghasil komoditas perdangan yang luar biasa, salah satunya adalah rempah- rempah yang sangat melimpah.

Berdagang adalah salah satu usaha mempertemukan produsen dan konsumen dengan tujuan  untuk mendapatkan keuntungan berupa uang yang selanjutnya  akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraan.

Menurut Bambang Utoyo Perdagangan merupakan proses tukar menukar barang dan jasa dari suatu wilayah dengan wilayah lainnya. kegiatan sosial ini muncul karena adanya perbedaan kebutuhan dan sumber daya yang dimiliki

Menurut Marwati Djoened Perdagangan adalah kegiatan ekonomi yang mengaitkan antara para produsen dan konsumen. Sebagai kegiatan distribusi, perdagangan menjamin peredaran, penyebaran, dan pemyediaan barang melalui mekanisme pasar

Budaya berdagang sudah di terapkan jauh sebelum lahir nya negri ini yaitu para penjajah masuk dengan cara berdagang rempah-rempah hingga menguasai nusantara dengan  penuh kezoliman. Bahkan jauh sebelum itu perdagangan juga sudah di terapkan oleh rosulluloh saw dimana beliau  menerapkan perdagangan bersih, jujur dan menerapkan prinsip prinsip syari’ah.

Seiring perkembangan zaman  dengan banyak nya kemajuan tecnologi, banyak sekali inovasi dan kreativitas yang dilakukan oleh pelaku dagang untuk mendapatkan keuntungan yang menggiurkan dan mampu meningkatkan taraf hidup yang lebih mapan.

Perdagangan ikut berperan  penting dalam kontribusi terhadap suatu  Negara, dengan  adanya perdagangan suatu negara  mampu menggerakkan perekonomiannya, dengan melakukan kegiatan perdagangan akan meningakatkan produksi dan komsumsi disuatu negara.

Perdagangan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk menjadikan seseorang untuk menjadi berdaya, banyak hal yang mampu dihasilkan dalam suatu perdagangan diantaranya adalah pengusaha atau entrepreneur, kemudian  produk produk yang bervariasi, dan mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga layak untuk bersaing dengan Negara- Negara lain.

Namun dengan menjamurnya para pedagang  dengan pelbagai macam komoditas yang  di tekuninya, terdapat persaingan yang tidak sebanding antar parapedagang,  yaitu permasalahan persaingan antara para kaum bermodal dengan  para kaum lemah atau pedagang kecil,

Kaum pemodal atau biasa disebut dengan kaum kapitalis,  mempunyai  prospek masa depan yang lebih cerah,  karena mereka mempunyai amunisi yang luar biasa yaitu dengan modal yang besar, sehingga  mereka mampu  melakukan ekspansi ke beragai wilayah di Indonesia, terutama di kawasan perkotaan  hingga di wilayah pelosok skealipun dan mereka bebas berbuat semena-mena ataupun zolim terahadap para pedagang kecil.

Kapitalisme perdaganggan perdagangan di Indonesia sangat banyak sekali bahkan mampu mengusai perdaganga di negeri ini,  salah satu nya adalah berdirinya alfamart dan indomart, sering sekali kita temui di daerah mana pun dan  hampir di setiap sudut perkotaan terdapat bangunan tersebut.  Ternyata keberadaan waralaba alfamart dan indomart tersebut menjadikan para  pedagang-pedagang kecil merasa  gelisah lantaran kurang berdaya saing dengan kaum bermodal.

Salah satu pedagang kecil yang mengeluhkan waralaba itu adalah Bu Lela, salah seorang pelaku ekonomi lemah di kawasan Jalan Akasia Riau.

"Jangankan untung pak balik modal saja sulit. Barang pada menumpuk tidak ada pembeli. Susah pak," (riaubook.com)

Hal itu terbukti  setelah berdirinya alfamart dan indomart pendapatan mereka sangatlah minim bahkan untuk mengembalikan modal pokokpun mereka kesulitan. Dahulu sebelum berdirinya alfamart dan indomart para pedagang mampu mendapatkan pengahasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun tidak untuk sekarang.

Persaingan ketidakseimbangan ini tercermin dari seberapa banyak keuntungan yang didapat oleh para kaum bermodal dan tidak memperhatikan pedaganga-pedagang kecil di sekelilingnya, bahkan seolah-olah mereka membunuh penghasilan para pedagang kecil. 

Pendapatan bersih PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk membukukan pendapatan bersih Rp 41,77 triliun pada 2014. Pendapatan tersebut meningkat sebesar 19,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 34,9 triliun (Republika.Co.Id).

Seharusnya dengan pendapatan sebanyak itu aspek social haruslah dilakukan oleh kaum pemodal ini, tapi apa? Tidak ada aksi sosial pun yang dilakukan oleh para kaum pemodal, mereka hanya mengeruk keuntungan semata. Seharusnya Dalam melakukan sebuah aktivitas perdagangan seharusnya para pelaku perdagangan harus memperhatikan beberapa aspek atau etika di dalamnya, dimana etika dalam perdagangan harus dipegah teguh bahkan harus dijadikan sebuah tolak ukur.

Menurut Syed Nawab Haider Naqvi  etika bisnis adalah suatu kesatuan (tauhid), keseimbangan (kesejajaran), kehendak yang bebas dan manusia harus berani untuk bertanggung jawab atas segala pemilihannya.

Jadi etika bisnis dalam islam mengajarkan bagaimana untuk mencapai kesuksesan dalam pergangan haruslah mempunyai beberapa aspek, yang pertama aspek ke tauhidan yaitu ketuhanan yang mahaesa yaitu mengakui adanya tuhan sebagai pemilik dari segalanya. 

Kemudian aspek keseimbangan yaitu harus seimbang dalam hal komersial dan social contohnya  setelah mendapatkan keuntungan yang lebih harus lah membayar zakat infaq dan sedekah untuk kaum yang membutuhkan. Kemudia aspek kebebasan dan tanggung jawab dimana dalam melakukan aktivitas perdangan harus member kebebasan kepada konsumen dan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan yaitu bertanggung jawab kepada allah, manusia dan alam .

Dengan permasalahan demikan seharusnya pemerintah lebih selektif  dan membatasi terhadap perizinan usaha terutama terhadap outlate-outlate yang bermodal besar. Kemudian lebih memberdaya kan usaha-usaha dari pedagang kecil dengan mengadakan sebuah incubator bisnis.

Tapi apa mau dikata inilah negri pertiwi kita, hukum Negara kita adalah rucing kebawah namun tumpul keatas, ada modal semua berjalan dengan lancar.

Semoga pemerintah lebih bijak dalam mengatur permasalahan ekonomi yang tidak berpihak teradap kaum lemah seperti ini. Semoga.

Penulis: Habib Rubai (Pegiat Jurai Siwo Corner)