Header Ads

test

Booming Bisnis Hijab Bukan Komersialisasi, Tapi....


Metro, Adzkiyacentre.com - Di tengah berbagai potensi bisnis yang ada, hijab telah menjadi daya tarik bagi industri di Indonesia. Selama hampir empat tahun lebih, bisnis hijab meroket dan mulai diperhitungkan.

Meski begitu muncul pertanyaan, apakah bisnis hijab menjadi usaha komersialisasi terhadap budaya Islam?

Menurut Manajer Marketing ETU, Rahmat Ramadan, pertumbuhan hijab tumbuh karena hijab bukanlah budaya melainkan kewajiban umat Islam untuk menggunakan penutup aurat itu.

" Hijab itu bukan budaya tapi kewajiban. Jadi beda," kata Rahmat, Rabu, 3 Agustus 2016.

Rahmat mengatakan cara memperkenalkan hijab untuk anak-anak muda saat ini memiliki perbedaan dengan masa sepuluh tahun lalu. Menurut dia, modernitas turut membangun cara berpikir yang lebih lembut.

" Anak-anak muda sekarang, ngaji lewat tablet, cara kita, promoted hijab ke anak muda pasti bedalah dengan sepuluh tahun. Step by step dan nggak bisa dibombardir secara langsung," kata dia.

Mengenai potensi budaya lokal Indonesia yang kerap digadang-gadang untuk industri fesyen, Rahmat ingin melihat industri lebih memiliki sosial kultural.

" Di Desa Wanarata, ada desa yang terisolir. Kami berusaha mereka bisa lepas dari itu. Di JFW kami pakai tenun mereka, tapi untuk fast fashion, kami pakai tenaga dan kreativitas mereka. Jadi, komersialsi budaya itu tidak harus menempelkan batik, misalnya, pada baju kita, tapi bisa sosial impact-nya," ucap dia. (Sah)


Sumber: Dream.co.id
  •