Header Ads

test

Membangun Istana Abadi (1)

Oleh: R. Edy Sudarwan
Direktur Badan Wakaf Adzkiya Center

Terkadang kita lupa dan melupakan akhir dari hidup kita, merasa bahwa surga  itu adalah sesuatu yang niscaya . Merasa menjadi mahluk yang paling sempurna dan menjadikan Tuhan atas kebenaran diri sendiri. Merasa cukup atas apa yang dimiliki dan menjadi nyaman dengan segala apa yang ada. Padahal selama ini kita membangun rumah laba-laba, merasakan sudah satu-satunya rumah yang kuat dan nyaman. Lantas ketika manusia datang membawa sapu untuk membersikan, dengan sekejap rumah laba-laba itu koyak dan enyah dari tempat nya.
Pundi – pundi emas yang manusia kumpulkan, harta kekayaan yang tak pernah habisnya dicari, terus menjadikan manusia lupa akan apa yang akan di bawa pada akhir hidupnya di dunia ini. Banyak yang melupakan atau bahkan terlupa bahwa hidup tidak ubahnya seperti permainan, dan kita semua akan kembali ke hadirat-Nya, Sang pemilik kehidupan.
Sebuah keniscayaan bahwa kita kelak akan meninggalkan kehidupan yang fana ini. Kehidupan yang penuh dengan fatamorgana dan senda gurau. Namun memiliki pengaruh yang luar biasa atas perjalanan yang abadi nanti. Sehingga gagalnya kita pada kehidupan yang sementara ini akan berdampak besar pada keabadian kita. Lantas bagaimana cara kita membangun rumah masa depan tersebut?
Semua tentu tau dan mengerti bagaimana perhitungan ekonomi tentang untung dan rugi, tentang investasi, tentang prospek dan peluang usaha. Dan saya sangat meyakini, bahwa semua manusia menginginkan kehidupan yang lebih baik untuk kehidupan yang jauh berarti di masa depan. Maka, pertanyaanya adalah apakah kita semua sudah mempersiapkan bekal kehidupan kita untuk di “Negeri Akhirat” yang kekal dan abadi, jika di kehidupan yang sementara saja kita mempersiapkan begitu luar biasa. Dan apakah kita hanya sebatas laba- laba yang membangun rumahnya dan lalu hancur dengan hanya sedikit koyakan. Saudaraku, sudahkah kita menginvestasikan pundi-pundi emas dan harta untuk membangun rumah abadi kelak di negeri ahirat.?
Maka, pada ini kami yang berjuang pada lembaga amal yang yang bergerak pada Ekonomi dan kesejahteraan akan memfasilitasi dan memberikan jalan usaha kepada saudara-saudara ku untuk beramal di dalam bentuk zakat, infaq, sedekah dan wakaf. Dalam hadisRasulullah SAW menyatakan : 
“Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya atau anak yang shalih yang mendo’akannya”.(Riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad)
Penting bagi kita untuk memahami wakaf tunai sebagai instrumen membangun ekonomi umat. Wakaf Tunai adalah cara cerdas berpahala tanpa batas. Dengan Wakaf Tunai harta kita akan menjadi lebih bernilai karena selama dana itu digunakan untuk jelan kebaikan pahalanya akan terus mengalir. Selama ini kita hanya melihat pengembangan wakaf melalui tanah dan bangunan. Di negara-negara muslim yang maju seperti malaysia, wakaf tunai adalah potensi untuk pengembangan pendidikan Islam, Lembaga Keuangan Islam, Sosial Islam dan Badan usaha umat Islam.
Keunggulan Wakaf Tunai adalah :
Wakaf tunai adalah asset abadi yang menjadi cadangan modal bagi masyarakat yang dapat dikelola secara produktif tidak berkurang tapi semakin bertambah.
Wakaf tunai adalah upaya mamaksimalkan amal individu untuk dapat dikelola menjadi modal produksi tidak seperti zakat yang dapat habis di konsumsi 8 Asnaf.
Pengelolaan wakaf tunai semakin bermanfaat dengan prasyarat professional, transparan, dan berdaya untuk ekonomi umat.
Dan mari kita berlomba-lomba dalam menggapai kebaikan.