Header Ads

test

Ko(nspirasi)Rupsi

Oleh : Andi Yahya 
Bendum KOMUNITAS HIJAU, Tinggal di Kalimantan Timur

Terbit di Tribun Kaltim 15 Februari 2012
Andi Yahya
Fenomena korupsi di negri ini seolah seperti arisan bagi pelaku politik, satu demi satu secara bergiliran partai politik terjerumus dengan masalah korupsi, Ibarat permainan bola semua partai politik pernah kebobolan dengan kasus korupsi, yang membuat elektabilitas partai menurun derastis dimata rakyat, tanpa pandang bulu menimpa semua partai  baik yang berlatar belakang Agama maupun nasionalis. Kasus suap korupsi daging sapi menambah daftar partai politik yang terjerumus dengan kasus korupsi, tak tangung-tangung kasus ini melibatkan langsung orang nomor satu di partai ini Lutfi Hasan Ishaq. Partai yang memiliki selogan Bersih, Peduli, Profesional ini dianggap partai yang paling bersih dan jauh dari kasus korupsi.
Penetapan tersangka dan penangkapan yang begitu cepat menimbulkan pertanyaan besar bagi publik dan kader PKS, karena banyak kejanggalan dalam proses penangkapan tersebut, Sehingga Anis matta Peresiden baru PKS yang menggantikan LHI, dalam orasinya mengatakan ada konspirasi besar yang ingin menghancurkan PKS di pemilu 2014. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan salah satu partai yang konsisten dalam setiap pemilu dengan perolehan suara yang selalu meningkat signifikan disetiap pemilu. “Semakin tinggi pohon maka semakin kencang angin yang menerpanya” Begitulah pribahasa yang pas menggambarkan PKS saat ini, kasus yang menimpanya saat ini dianggap ujian dan upaya untuk menghancurkan partai ini di pemilu 2014.  Proses hukum kasus ini telah berlangsung namun kata konspirasi sudah disampaikan ke pulik, yang membuat publik bertanya-tanya dan menanti aksi PKS untuk mengungkapkan apa yang di sampaikan bukanlah pepesan kosong dan bisa dibuktikan secara ilmiah, atau hanya sebagai pengalihan isu untuk memulihkan elektabilatas di mata publik.
Teori Konspirasi
Teori konspirasi adalah teori persekongkolan (dalam bahasa, conspiracy theory) adalah teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial, atau sejarah) adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. Banyak teori konspirasi yang mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah telah di dominasi oleh para konspirator belakang layar yang memanipulasi kejadian-kejadian politik. Teori konspirasi adalah teori yang sangat menarik namun juga membosankan, menarik untuk diteliti dari berbagai aspek untuk dibuktikan, namun juga membosankan karena teori ini tidak menuntut untuk pembuktian secara ilmiah dan cenderung hanya menduga duga. Dalam menanggapi kasus suap impor daging ini upaya penyelamatan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat memang hal utama, namun dengan dengan menyerukan adanya konspirasi justru menjadi kontra produktif bagi banyak kalangan yang mengakibatkan citra partai partai ini semakin turun dimata rakyat. Dan tugas berat bagi  presiden baru PKS, Anis Matta, yang sudah melakukan “pertobatan nasional”, konsolidasi partai, apakah  mampu mencapai target Pemilu 2014, masih harus ditunggu.
Tahun Introspeksi
Tahun 2013 adalah tahun peperangan, dan persaingan, semua partai belomba meningkatkan perolehan suara dengan berbagai cara. Mengingat pemilu 2014 sudah didepan mata. Program program dan janji-janji, program, dan kampanye dini sudah dilakukan. Namun masyarakat kita sudah mulai cerdas, melihat berbagai kasus yang silih berganti menerpa partai politik membuat semangat untuk berdemokrasi semakin menurun. Itulah yang seharusnya menjadi PR bagi partai politik, dengan berbagai kasus yang menimpanya seharusnya menjadi pelajaran dan bahan introspeksi, bukan mencoba menutupi, cuci tangan, atau mengalihkan dengan isu lain.
Masyarakat sudah tidak memandang partai politik dalam pemilu, tapi mulai melihat tokoh yang dianggapnya mampu membawa perubahan. Proses prekrutan dan penjaringan calon menjadi hal utama yang perlu dibenahi dari partai politik. Bukan hanya mengandalkan popularitas tapi juga mencari sosok yang profesional, dan memiliki integritas yang tinggi. Dalam hal ini pengkaderan dan membangun jiwa loyalitas anggota sangat penting. Melihat fenomena berganti partai merupakan hal yang biasa dalam pemilu maupun pilkada. Membuktikan bahwa partai hanyalah alat untuk mencapai kepentingan semata, dan figur yang dihasilkanya pun lebih mementingkan dirinya dibanding rakyat. Di tahun 2013 inilah saatnya membenahi diri, berintrospeksi baik dari pelaku politik maupun partisipan politik, untuk mengembalikan arti dari demokrasi itu sendiri,dari rakyat,oleh rakyat, dan untuk rakyat, sehingga pemili 2014 bukanlah hanya seremonial 5 tahunan yang tanpa makna.