Header Ads

test

Manifesto Badan Wakaf Tunai Adzkiya Centre



Manifesto Badan Wakaf Tunai (BWT)
 Adzkiya’ Centre
Wakaf menjadi global economics wisdom (kearifan ekonomi global) yang dicetuskan oleh Intelektual ekonomi Muslim sejak era klasik. Dalam membangun pemberdayaan ekonomi rakyat, wakaf tunai berperan penting dalam membangun modal ekonomi. Wakaf selama ini hanya dipahami masyarakat umum dalam bentuk tanah dan bangunan masjid. Lembaga-lembaga Islam belum cukup maksimal menjadikan wakaf tunai sebagai alternative dana abadi untuk menggerakkan ekonomi umat.
Pandangan Umar bin Khotob tentang tindakannya memberikan wakaf sebagian kebun kurma mengandung filosofi besar. Kebun kurma menjadi harta Allah namun hasil kebun kurma dibagi untuk mendanai kebutuhan kolektif umat. Bahwa umat Islam memiliki ide membangun dana cadangan bagi umat dimana Allah yang menjadi pemilik sah harta wakaf tersebut dan manusia mendapat manfaat bersama dari asset abadi pengumpulan wakaf tunai dari individu.
Keunggulan Wakaf Tunai adalah :
Wakaf tunai adalah asset abadi yang menjadi cadangan modal bagi masyarakat yang dapat dikelola secara produktif tidak berkurang tapi semakin bertambah.
Wakaf tunai adalah upaya mamaksimalkan amal individu untuk dapat dikelola menjadi modal produksi tidak seperti zakat yang dapat habis di konsumsi 8 Asnaf.
Pengelolaan wakaf tunai semakin bermanfaat dengan prasyarat professional, transparan, dan berdaya untuk ekonomi umat.
Landasan Syariah :
Al-quran :
(1) Al-Qur`an surat al-Baqarah (2): 267 memerintahkan:
“Hai orang-orang  yang    beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
(2) Al-Qur`an surat Āli ‘Imrān (3): 92:
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”.
(3) Al-Qur`an surat al-Hajj (22): 77: 
“Hai  orang-orang  yang   beriman, ruku‘lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan”.
Hadits :
Riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad:
عَنْ أبِى هُرَيْرَة (ر) أنَّ رَسُول الله .صَ. قَالَ: إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ:
صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ (رواه ابو داود)
“Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya atau anak yang shalih yang mendo’akannya”.
Lampung, 15 November 2012/
1 Muharam 1434 H

Dharma Setyawan.S.E.I                     R. Edy Sudarwan.S.Pd
Direktur Adzkiya Centre                    Direktur Badan Wakaf Tunai Adzkiya Centre