Foto dokumen Direktur Jenderal IKM Kementrian Perindustrian, Euis Saedah (kanan), bersama Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Yani Motik (dua dari kiri), Dewan Penasihat DPP HIPPI Dewi Motik (kiri), dan Ketua Panitia ICRA 2012 Lely Martiwi (dua dari kanan), saat pembukaan Pameran Produk Interior dan Kerajinan Indonesia (ICRA) 2012 di Jakarta Convention Center, Rabu (18 Juli 2012). (ANTARA/Nia)
"Orang punya kreativitas dan inovasi bagus, tetapi teknologi yang tidak mendukung, jadi kerepotan."
Jakarta (ANTARA News) - Pertumbuhan industri ekonomi kreatif Indonesia dinilai mampu mendorong untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8 persen dalam RAPBN 2013, kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Euis Saedah.

"Produk yang ada bukan hanya sekedar produk pabrikan tetapi memiliki nilai lebih dan daya beli masyarakat sudah semakin baik," ujarnya kepada ANTARA News di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, produk yang dihasilkan industri kecil dan menengah Indonesia memiliki nilai kreativitas dan inovasi yang tinggi, dan itu semua bagian dari industri ekonomi kreatif. Karena itu dia menilai prospek industri ini ke depannya akan semakin baik terlebih dengan meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia.

Euis mengatakan, pemerintah sudah memberikan insentif berupa potongan harga bagi pembelian mesin untuk produksi industri tersebut. Menurut Euis besaran potongan harganya hingga 40 persen dari harga pembelian, sehingga bisa mendorong produktifitas produksi industri ekonomi kreatif.

"Di tahun 2012 bukan hanya tekstil dan sepatu yang diberi potongan harga itu tetapi juga industri makanan, komponen, herbal, kosmetik, dan pengolahan jamu," ujarnya.

Selain itu, menurut Euis, pemerintah sudah memberikan pelatihan, pendampingan dan penyediaan tenaga ahli bagi tumbuhnya industri kreatif di Indonesia.

Dia berharap ekonomi kreatif Indonesia bisa tumbuh lebih dari capaian selama ini yaitu 3-4 persen. Namun ia tidak bisa menyebut angka pastinya karena selama ini industri kreatif Indonesia masih dipengaruhi ketersediaan bahan baku dan teknologi dari luar negeri.

"Orang punya kreativitas dan inovasi bagus, tetapi teknologi yang tidak mendukung, jadi kerepotan. Misalnya, industri pakaian, kita belum bisa menyediakan mesin sendiri, masih tergantung impor," ujarnya.

Euis menyadari ada tantangan yang dihadapi industri ekonomi kreatif Indonesia, pertama kompetisi dari pihak luar yang semakin maju, terutama dari negara Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Kedua, perlunya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membeli barang lokal, sehingga skill economy atau kemampuan ekonomi akan meningkat.

"Ketiga, kita harus membuat mesin produksi sendiri dengan menggali kearifan lokal, seperti laut, hutan namun itu membutuhkan teknologi dan investasi yang besar," katanya.

Untuk itu, dia berharap, peran serta semua masyarakat berpartisipasi mengembangkan industri ekonomi kreatif Indonesia. Euis mencontohkan industri besar harus memberikan sesuatu untuk menyuburkan industri kreatif.

"Industri kreatif ini kan kebanyakan industri kecil menengah, mereka bisa miliki nilai tambah tinggi manakala bahan baku sudah aman, industri besar bisa berperan dalam hal ini," ujarnya menambahkan.
(T.SDP-53/Z003)
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2012
sumber : http://www.antaranews.com/berita/328955/industri-kreatif-mampu-dorong-pertumbuhan-ekonomi